Senin, 27 Juli 2015

Sertifikat di Bidang IT

SERTIFIKAT DI BIDANG IT


Lembaga yang melakukan sertifikasi
1.     LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi Telematika)
        Disini dalam lingkup nasional sudah ada beberapa lembaga nasional yang kredibel yang mempunyai kompetensi dalam menyelenggarakan dan mengeluarkan sertifikasi profesi bidang IT, salah satunya adalah Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Indonesia atau biasa disingkat dengan (LSP TIK Indonesia). dimana lembaga ini didirikan pada tanggal 1 mei 2007. Dan lembaga ini didirkan sebagai upaya untuk dalam memenuhi permintaan user akan adanya pengakuan tenaga kerja yang terampil dan berkompeten di bidang IT dan telekomunikasi.
Untuk menujukan keabsahan lembaga ini dalam melakukan pengujian dan sertifikasi, maka lembaga ini menunjukan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dengan pengeluaran surat keputusan nomor 19/BNSP/VII/2007 , sebagai pembuktian dari keabsahan LSP TIK dalam melakukan pengujian dan melakukan sertfikasi profesi dalam bidang IT dan telekomunikasi. Disamping itu selain dengan pengeluaran surat keputusan yang dilakukan BNSP, lembaga LSP TIK dalam melakukan sertifikasi profesi beracuan dengan standar internasional dalam hal ini mengacu pada vendor serrtifikasi Internasional seperti microsoft, adobe dan oracle. Serta pembuktian kompetensi yang dilakukan oleh LSP TIK didasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang merupakan sebuah rumusan dalam melakukan sertfikasi yang mencakup seluruh aspek yang diperlukan dalam menentukan kompetensi seseorang dalam hal ini yaitu, berdasarkan pengetahuan, ketrampilan, keahlian, dan sikap.

Dan berikut ini adalah sertfikasi yang dapat dilayani oleh LSP TIK :
  1. Operator Komputer
Dimana uji kompetensi yang dilakukan bukan hanya ditujukan kepada para profesional yang berkaitan langsung dengan aplikasi perkantoran, melainkan juga kepada setiap profesional lain yang dalam menjalankan tugasnya juga memnggunakan aplikasi perkantoran, dan tidak terbatas pada para proesional yang beerja pada suatu instansi, melaikan juga para profesional yang bekerja secara perorangan. Dan berikut ini adalah kriteria jabatan atau jenis pekerjaan yang bisa mengikuti uji kompentesi aplikasi perkantoran:
  • -          Accountant
  • -          Administration
  • -          Basic help desk
  • -          Help desk
  • -          Programer using Advance Office
  • -          Operator Assitant
  • -          Advance Computer operator
  1. Jaringan Komputer (Networking)
Uji kompetensi jarkom diperuntukan bagi para profesional yang membindangi bagian jarkom baik yang bekerja pada sebuah instansi atau yang bekerja secara individu atau perseorangan.
Berikut adalah lingkup atau karakteristik jabatan yang dapat mengikuti uji kompetensi tersebut:
-          Technical Support
-          Junior Network Adminisrator
-          Network Administrator
-          Senior Network Administrator
-          Junior System Adminisrator
-          Senior System Adminisrator

  1. Kompetensi Profesi Programing
Dalam hal ini orang yang berhak melakukan uji kompetensi ini ditujukan bagi para profesional yang membindangi bagian pemrograman baik yang bekerja pada sebuah instansi atau yang bekerja secara individu atau perseorangan.
Berikut adalah lingkup atau karakteristik jabatan yang dapat mengikuti uji kompetensi tersebut:
  • -          Practical Programmer
  • -          Junior Programmer
  • -          Programmer Senior
  • -          Programmer Analyst
  • -          Programmer
  • -          Junior Web Programmer
  • -          Web Programmer
  • -          Web Master
  • -          Junior Database Programmer
  • -          Database Programmer
  • -          Senior Database Programmer
  • -          Junior Multimedia Programmer
  • -          Multimedia Programmer
  • -          Quality Assurance

  1. Teknisi Komputer (CTS)
Dalam hal ini orang yang berhak melakukan uji kompetensi ini ditujukan bagi para profesional yang membindangi bagian teknisi komputer baik yang bekerja pada sebuah instansi atau yang bekerja secara individu atau perseorangan.
Berikut adalah lingkup atau karakteristik jabatan yang dapat mengikuti uji kompetensi tersebut:
-          Practical Technical Support
-          PC Technician
-          Junior Technical Support
-          Technical Support
-          senior Technical Support

Dan itulah salah satu lembaga nasional yang membuat serta melakukan uji kompetensi sertifikasi profesi Bidang IT. Selanjutnya akan dibahas menegenai sertifikasi profesi bidang IT dalam skala Internasional, dimana banyak sekali sertifikasi profesi dengan skala internasional di bidang IT, baik dari suatu lembaga, perkumpulan profesional, maupun sertifikasi profesi yang berasal dari vendor. Dan salah satu contoh sertifikasi profesi yang akan saya angkat merupakam model vendor based atau sertifikasi yang berasal dan dikeluarkan dari vendor.

2.      VUE Authorized Test Centers
Lembaga ini merupakan salah satu penyelenggara training IT yang memiliki kemampuan secara mandiri untuk menyelenggarakan ujian sertifikasi internasional dari berbagai vendor IT terkemuka seperti Cisco, CompTIA, Novel, Sun, dsb.
Tidak semua lembaga training IT memiliki lisensi untuk mengadakan ujian sertifikasi internasional, bahkan banyak lembaga training IT yang bekerjasama dengan kami melaksanakan ujian sertifikasi internasional bagi peserta training yang mengikuti training mereka.
Lembaga ini ditunjuk sebagai VUE Authorized Test Center sejak Maret 2007 dan hingga kini telah melaksanakan ujian sebanyak 75 kali dengan beragam jenis ujian dari Cisco Certified dan Microsoft Certified. Jumlah workstation untuk peserta ujian adalah 4 (empat buah) dengan demikian dalam satu waktu bersamaan kita maksimal dapat melaksanakan ujian sertifikasi internasional bagi 4 orang. Dengan server khusus yang didedikasikan hanya untuk VUE Test Center software yang menjamin kelancaran proses ujian sertifikasi.


C. Prosedur dan Persyaratan untuk Mengambil Sertifikasi
Beberapa bidang pekerjaan tertentu mensyaratkan kualifikasi dan kompetensi dalam menjalankan prosesnya. Permasalahannya adalah bagaimana employer dapat mengetahui bahwa SDM yang dicarinya berkualitas tanpa perlu ia membuang waktu dan tenaga untuk menguji satu-persatu calon karyawannya. Agar lebih jelas dibawah ini adalah mereka yang memerlukan sertifikasi IT :
1.                  Profesional ICT (operator, administrator, developer, engineer, specialist).
2.                  Akademisi ICT (trainer, lecturer, instructor and teacher).
3.                  Manager dan Supervisor ICT. 
4.                  Semua pihak yang terlibat dalam pengembangan TI dan telekomunikasi.

Prosedur untuk mengambil sertifikasi harus mengikuti pelatihan yang diadakan lembaga sertifikasi dan lulus dalam ujiannya. diperlukan kesungguhan dan kerja keras agar kita bisa lulus ujian sertifikasi. Pada akhirnya keberhasilan meraih sertifikasi juga akan mendorong sukses dalam berkarir.


Jenis Sertifikasi IT 
Pada dasarnya sertifikasi IT dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu Vendor Based dan Vendor Neutral.
 ·                     Vendor Based 
Sertifikasi vendor based adalah sertifikasi IT yg dikeluarkan oleh vendor tertentu dan materi ujiannya jelas mengacu pada produk atau teknologi yg memang dirilis oleh vendor tersebut. Contoh vendor yang merilis sertifikasi ini diantaranya Microsoft, Cisco, Oracle, Symantec, HP, Huawei, dst. Contoh title sertifikasinya misalnya MCTS, MCITP, OCP, CCNA, dst.
 ·                     Vendor Neutral
Sertifikasi ini dirilis oleh suatu badan atau organisasi yg tidak terikat ke vendor manapun, dengan kata lain cakupannya global. Materi ujian untuk sertifikasi ini jelas sangat luas dan tentunya kita juga harus mengetahui produk dan teknologi dari multiple vendor. Dan karena cakupannya global maka sertifikasi Vendor Neutral umumnya memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan sertifikasi Vendor Based. Contoh organisasi yg merilis sertifikasi ini misalnya CompTIA serta EC-Council, dan contoh title sertifikasinya misalnya A+, Network+, CEP, CEH, dst.


Materi yang Diuji  
Sebelum menentukan ujian sebaiknya mengenali kepada kemampuan diri sendiri dalam bidang apa yang dikuasai. Jangan pernah mengambil ujian sertifikasi karena trend atau sedang populer. Misalnya saat CCNA sedang populer maka kita ambil ujian tersebut, padahal bidang yg kita kuasai adalah programming. Alhasil banyak orang yg gagal karena terbawa trend tersebut. Ingat, sertifikasi yg kita ambil merupakan sebuah bukti pengakuan dari keahlian yg kita miliki.

Jika merasa belum memiliki keahlian apapun, kembalikan ke minat kita sendiri atau ke bidang pekerjaan yg sedang digeluti. Misalnya kita berminat untuk mempelajari Linux dan bercita2 ingin menjadi seorang Linux Administrator, maka cari tau terlebih dahulu vendor mana saja yg menyediakan sertifikasi Linux tersebut, apa saja garis besar materi ujiannya, berapa biaya ujiannya, dimana bisa mengikuti ujian tersebut, dan info2 lainnya yg dirasa perlu. Dengan adanya Internet, tentunya sangat mudah sekali mencari informasi2 tersebut.

Setiap materi ujian IT juga selalu memiliki kode unik yg lazim disebut dengan kode ujian atau Exam Code. Jadi jika telah menemukan materi ujian yang ingin diambil, perhatikan baik-baik kode ujiannya. Kode ujian ini bisa didapatkan di situs vendor atau di situs organisasi yg membuat ujian tersebut.

Contoh Sertifikasi Nasional
Ada dua jenis sertifikat yang diterbitkan oleh LSP Telematika, yaitu Certificate of Competence dan Certificate of Attainment.
a. Certificate of Competence. Yaitu sertifikasi berdasarkan level kualifikasi dan jenjang jabatan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Certificate of Competence merupakan bukti pengakuan atas kompetensi seseorang setelah melakukan uji kompetensi dari suatu bidang keahlian kerja.
b. Certificate of Attainment, yaitu sertifikasi atas unit kompetensi yang jenjang jabatannya berdasarkan kebutuhan pasar.

Contoh sertifikasi Internasional
                     Sertifikasi Microsoft
Jenis – Jenis Sertifikasi Microsoft :
1.   MCP (Microsoft Certified Professional), Sertifikasi dasar yang diperoleh dengan mengambil 1 ujian mengenai Operating System atau Software Aplikasi. 
2.   MCDST(Microsoft Certified Desktop Support Technician), Keahlian dasar untuk mendukung end-user dalam troubleshooting software dan hardware. Sertifikasi inicocok untuk Help Desk Technician, Customer Support Representative, PCSupport Specialist, atau Technical Support Representative.  
3.    MCSA (Microsoft Certified System Administrator), Seorang MCSA mempunyaikeahlian untuk mengelola, mengimplementasi, dan troubleshooting pada platformWindows 2000 termasuk Windows .NET Server. MCSA cocok untuk Network Administrator, Network Engineer, System Administrator, IT Engineer, Network Technician, and Technical Support Specialist 
4.    MCSE (Microsoft Certified System Engineer), Sertifikasi MCSE cocok untuk System Engineer, Technical Support Engineer, Network Analyst, TechnicalConsultant, dll. 
5. MCAD (Microsoft Certified Application Developer). MCAD ditujukan bagiAnalysts/ Programmer atau Software Application Specialist. Seorang MCADmempunyai keahlian membangun, dan dapat mengatur aplikasi, komponen, web maupun desktop client pada satu departemen dan mengelola back-end data. Dapatdiperoleh sebelum MCSD. 
6.    MCSD (Microsoft Certified Solution Developer). MCSD ditujukan bagi para professional yang hendak dan sedang bekerja mendesain dan membangun solusi bisnis tingkat enterprise dengan menggunakan Development Tools Microsoft, platform dalam framework Microsoft .NET. Sertifikasi MCSD cocok untuk Software Engineer, Software Applications Engineer, Software Developer,Technical Consultant. 
7. MCDBA (Microsoft Certified Database Administrator), Sertifikasi MCDBAditujukan untuk professional IT yang hendak dan sedang bekerja dalamimplementasi dan administrasi SQL Server. MCDBA cocok untuk DatabaseAdministrator, Database Analyst, dan Database Developer. 
8.    Microsoft Certified Trainers ( MCT ). 
9.    Microsoft Office Specialists ( Office Specialist ) adalah sertifikasi premium untuk aplikasi desktop Microsoft. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi dengan standar global untuk validasi keahlian dalam menggunakan Microsoft Office dalammeningkatkan produktivitas kerja. Fokus dari sertifikasi Office Specialist adalahmengevaluasi pemahaman menyeluruh terhadap program-program Microsoft Office dan Microsoft Project, kemampuan untuk menggunakan feature-featureadvanced, dan kemampuan untuk mengintegrasikan program-program Officedengan software lain. 
  
                     Sertifikasi Oracle
Untuk memenuhi kebutuhan industri akan berbagai spesialisasi keahlian dalammenggunakan teknologi Oracle, Oracle saat ini menawarkan tiga jenis sertifikasiOracle. Setiap jalur sertifikasi dirancang untuk menguji penguasaan pengetahuan danketerampilan dalam menggunakan teknologi Oracle untuk suatu bidang kerja tertentuseperti developer, administrator, atau Web server administrator.Oracle Certified DBA adalah sertifikasi yang menguji penguasaan teknologi dansolusi Oracle dalam menjalankan peran sebagai administrator database. Pada jalur sertifikasi ini terdapat tiga jenjang sertifikasi sebagai berikut:
1.  Oracle Certified DBA Associate, dengan sertifikasi pada jenjang ini sesorang dianggap memiliki pengetahuan dasar yang memungkinkan mereka bekerjasebagai anggota yunior dalam sebuah tim yang terdiri dari administrator databaseatau pengembang aplikasi. 
2. Oracle Certified DBA Professional, sertifikasi ini ditujukan bagi pemegangsertifikasi jenjang Associate yang ingin meningkatkan penguasaan teknologiOracle dalam administrasi database. Pada jenjang ini kandidat yang berminat jugadapat mengambil ujian tambahan untu untuk spesialisasi manajemen databaseOracle pada lingkungan sistem operasi Linux. 
3.  Oracle Certified DBA Master, merupakan jenjang tertinggi dalam jalur sertifikasiDBA. Seorang OCM adalah seorang DBA profesional yang sudah teruji dalammenangani aplikasi dan sistem database yang memiliki karakter mission critical.Berbeda dengan ujian pada jenjang OCA dan OCM yang berupa ujian teori, ujianOCM mengambil bentuk praktikum di sebuah lab khusus di mana kandidatdiminta untuk memberikan solusi terhadap berbagai skenario permasalahan yangmeliputi konfigurasi database, konfigurasi jaringan database, konfigurasi danpenggunaan Oracle Enterprise Manager, dan hal-hal kritis seperti manajemen kinerja dan database recovery. 

                   Sertifikasi CISCO 
Sertifikasi yang paling populer di bidang jaringan adalah sertifikasi Cisco.Memang bukan rahasia bahwa Cisco merupakan pemegang pangsa pasar terbesar di bidang jaringan sampai saat ini. Selain sertifikasi Cisco, sertifikasi di bidang jaringanyang juga cukup populer adalah sertifikasi yang diberikan oleh CompTIA, Novell,dan Solaris. Cisco memiliki tiga jenjang sertifikasi, yaitu Associate, Professional, dan Expert.

Sertifikasi CISCO meliputi : 
·                     Cisco Certified Network Associate (CCNA), merupakan fondasi awal untuk menapaki jenjang sertifikasi yang lain. Pemegang sertifikasi ini diharapkan sudah profesional dalam hal menginstall, mengkonfigurasi, dan mengoperasikan jaringan LAN atau WAN untuk jaringan kecil (100 client/PC atau kurang).Sementara bagi yang mengambil spesialisasi di bidang network design.Kesempatan kerja bagi pemegang sertifikasi ini umumnya adalah network administrator. 
·                     Cisco Certified Network Professional (CCNP), Pada jenjang ini pemegangsertifikasi dianggap telah ahli dalam hal menginstall, mengkonfigurasi, sertamemecahkan permasalahan LAN atau WAN dengan skala yang lebih luas (100 -500 client/PC). Untuk mencapai jenjang ini peserta harus mengikuti empat jenisujian, seperti membangun internetwork, multilayer switch network, remote accessnetwork, dan troubleshooting. 
·                     Cisco Certified Internetworking Expert.(CCIE), merupakan jenjang tertinggidalam jalur sertifikasi Cisco yang artinya pemangang sertifikasi ini telah mampumengelola dan menangani berbagai permasalahan dalam jaringan sampai skalaenterprise. Jenjang ini tidak mudah untuk diraih karena setidaknya kandidat harussudah mengantongi sertifikasi CCNA dan CCNP terlebih dahulu. Tidak heran jika pemegang sertifikasi ini masih cukup langka, dan menjadi rebutan di bursa pencari tenaga TI. Seseorang yang berhasil memperoleh sertifikasi CCIE benar- benar merupakan kandidat yang terpilih karena dari data Cisco kurang dari 3% peraih CCNP yang berhasil ke jenjang CCIE.Selain tiga jenjang umum tersebut, Cisco juga memiliki jalur spesialisasi, sepertinetwork design, security, dan business networking. Beberapa jenis sertifikasi untuk jalur spesialisasi ini di antaranya : 
1.                  Cisco Certified Designing Associate (CCDA).
2.                  Cisco Certified Designing Professional (CCDP). 
3.                  Cisco Security Specialist 1 (CSS1).


Sertifikasi di Bidang Internet
Untuk yang tertarik memiliki sertifikasi di bidang Internet makan dapat mengambil sertifikasi yang dikeluarkan oleh Certified Internet Web Master (CIW). Jalur sertifikasi CIW ini sangat beragam mulai sertifikasi untuk pemula sampai master. Sertifikasi paling dasar yang sekaligus disyaratkan untuk mengambil sertifikasi untuk tingkat lebih lanjut adalah CIW Associates.
CIW Associates adalah sertifikasi yang menguji penguasaan dasar teknologi Internet, seperti Web browser, FTP dan e-mail, Web page authoring menggunakan XHTML, dasar-dasar infrastuktur jaringan,dan manajemen proyek. Sertifikasi ini ditujukan bagi mereka yang bekerja sebagai business development, advertising, dan sales. Jenjang berikutnya adalah CIW Profesional dan CIW Master. Untuk menjadimendapat gelar master terdapat empat pilihan jalur spesialisasi, yaitu Master CIW Designer, Master CIW Administrator, Master CIW Web Site Manager, dan Master CIW Enterprise Develper. Masing-masing jalur memiliki pilihan spesialisasi yang harus ditempuh. Sebelum mencapai tingkat master, Anda dapat meraih gelar CIWProfesional jika bisa melewati ujian CIW Associate dan salah satu spesialisasi yang dari empat jalur yang tersedia tersebut.Selain jalur tersebut, CIW juga memiliki beberapa pilihan sertifikasi khusus,seperti CIW Security Analist dan CIW Web Developer.

Sertifikasi di Bidang SUNsun
Sertifikasi SUNSun menawarkan tiga jenjang sertifikasi bagi programmer Java. Dari tingkat dasar ke advanced jenjang tersebut adalah:
1.                  Sun Certified Programmer
2.                  Sun Certified Developer
3.                  Sun Certified Architect
 Setiap jenjang sertifikasi membutuhkan jenjang sebelumnya. Contoh, untuk mengambil sertifikasi Developer Anda harus memiliki sertifikasi Programmer. SunCertified Programmer adalah sertifikasi paling dasar dari Sun untuk programmer Java. Untuk dapat menjadi seorang Certified Java Programmer, harus lulus ujian Sun

Sertifikasi Novell
Jenis-jenis sertifikasi Novell : (Untuk Linux)
1.                  Novell Certified Linux Professional ( Novell CLP ).  
2.                  Novell Certified Linux Enginer ( Novell CLE ).
3.                  Suse Certified Linux Professional ( Suse CLP ). 
4.                  Master Certified Novell Engineer ( MCNE ). 

Sertifikasi Lotus
Jenis-jenis Sertifikasi Lotus : 
1.                  Certified Lotus Specialist (CLS).
2.                  Certified Lotus Professional Application Development (CLP AD)
3.                  Certified Lotus Professional System Administration (CLP SA).


Source :
http://aldysky.blogspot.com/2014/04/sertifikat-keahlian-di-bidang-ti.html

Penjelasan Router

PENJELASAN ROUTER

PENGERTIAN ROUTER
Router adalah sebuah alat yang digunakan untuk  mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan menuju tujuannya melalui proses yang disebut routing. Router berfungsi sebagai penghubung antara dua atau lebih jaringan yang berada pada jaringan yang berbeda supaya bisa berhubungan, proses pengambilan paket data pada perangkat jaringan  kemudian meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan Switch karena switch merupakan suatu perangkat yang menghubungkan perangkat satu dengan perangkat yang lainnya dengan menggunakan kabel.


Router-router yang saling terhubung pada sebuah jaringan turut serta dalam sebuah algoritma routing terdistribusi  untuk menentukan jalur terbaik yang harus dilalui paket IP dari sistem ke sistem lainnya. IP Address tidak mengetahui jalur keseluruhan untuk menuju tujuan setiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari router berikutnya yang menurutnya lebih dekat ke host tujuan sehingga IP Routing menentukan jalur terbaik yang harus dilewati paket.

Personal Computer (PC) yang biasanya digunakan sebagai router (routing) adalah PC multihomed, yaitu komputer yang memiliki lebih dari 1 NIC (Network Interface Card).

PENGERTIAN ROUTING
Routing merupakan cara untuk menentukan lokasi tujuan dari suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan serta menentukan jalur tercepat untuk menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan.
Penggunaan routing dapat disesuaikan dengan kebutuhan pada saat mendesain suatu jaringan, apakah route/jalur yang dibuat bersifat kompleks atau sederhana. Static routing digunakan desain jaringan yang sederhana atau jaringan berskala kecil. Tetapi seandainya kondisi jaringan sudah begitu kompleks, dapat kita gunakan routing Dinamis atau kombinasi dengan menggunakan dinamis routing dan static route pada titik-titik tertentu.

Untuk bisa melakukan Routing ada beberapa hal yang perlu diketahui yaitu :
1.      Alamat Tujuan  yang akan dituju.
2.     Router-router tetangga yang menjadi penghubung antara network yang berbeda.
3.    Pemilihan Jalur terbaik untuk  pengambilan data kemudian meneruskannya pada setiap network.

Source : 
http://www.komputerjaringan.com/2014/11/pengertian-router-dan-jenis-jenis-router.html

Jumat, 24 Juli 2015

Memperbaiki IP Conflict Address

Memperbaiki IP Conflict Address
IP conflict address adalah di temukannya dua ip address yang sama yang digunakan dua perangkat atau lebih dalam satu jaringan. Perlu diketahui agar dapat berkomunikasi dalam jaringan suatu sistim harus mempunyai IP address yang unik.
Apabila dua perangkat memiliki IP address yang sama maka secara otomatis sistim akan mendeteksi dan kemudian kedua perangkat network interface yang mendapatkan IP conflict tersebut akan dimatikan dan mengakibatkan kehilangan koneksi.
Masalah ip conflict umumnya ditemui pada jaringan yang tidak menggunakan DHCP (Dynamic Host Control Protocol). Jika anda menerapkan sistim DHCP maka secara otomatis router anda akan mendistibusikan IP address ke seluruh penguna jaringan yang terhubung ke router tersebut sesuai dengan range atau scope yang telah di setting dari router, kemudian sebaliknya jika anda menggunakan sistim pendistribusian statis, maka anda perlu untuk mengkonfigurasi IP address untuk tiap-tiap komputer yang terhubung di jaringan anda.
Jika pada sistim ip statis di temukan satu ip yang digunakan lebih dari satu komputer maka conflict akan otomatis terjadi, namun bukan saja hanya pada sistim pengalamatan statis, pada prakteknya pada sistim yang menerapakn DHCP juga memungkinkan terjadinya ip conflict, misalnya jika kita mempunyai beberapa DHCP dalam satu server yang sudah di konfigurasi menggunakan setting dan pengalamatan yang sama maka sering akan terjadi  juga tumpang tindih ip address.
Oke, langsung saja kita bahas bagaimana cara memperbaiki ip conflict tersebut, dibawah ini akan dijelaskan dengan singkat.
Buka command prompt anda melalui StartAll Programs, Accesories dan klik Command Prompt. Pada command promot ketikkan perintah ipconfig/release dan tekan enter, setelah perintah tersebut selesai dijalankan sekarang masih pada command propmt anda ketikkan ipconfig/renew dan tekan enter, dengan menjalankan perintah tersebut, maka sistim akan secara otomatis mengeluarkan ip address yang lama dan kemudian meminta ip address yang baru lagi.

Source :
- http://www.patartambunan.com/memperbaiki-ip-address-conflict-pada-jaringan-komputer/

Perbedaan ipv4 dengan ipv6

PERBEDAAN IPv4 DENGAN IPv6

IPv4 (Internet Protokol v4) didefinisikan oleh The Internet Engineering Task Force (IETF) adalah versi pertama protokol internet yang digunakan pada tahun 1981, Menggunakan Versi 4 karena telah dilakukan 4 kali revisi pada sistem ini, Protokol ini digunakan untuk melakukan komunikasi antar komputer. IPv4 ditetapkan dengan panjang 32 bitIPv4 memungkingkan 232IP yang berarti sekitar 4,294,967,296 Prokol komputer dapat terhubung ke internet. 

Meskipun Alamat IPv4 cukup besar dalam jumlah 32 bit, tetapi alokasi dan penggunaan tidak cukup efisien untuk menahan pertumbuhan lalu lintas internet. Pertumbuhan masa depan internet dipetaruhkan, Karena alokasi Ipv4 yang sangat terbatas dan alokasi yang sudah hampir habis.
Mengapa IPv6 bukan IPv5, pada tahun 1980-an, IPv5 digunakan sebagai Protokol Percobaan dan sampai saat ini tidak pernah digunakan, IPv5 biasanya disebut sebagai Protokol Streaming, Jadi Penerus Langsung dariIPv4 adalah IPv6.
IPv6 (Internet Protokol v6) dikembangkan sejak tahun 1998, Alamat dalam IPv6 ditetapkan 128 bit sehingga alamat IP lebih banyak dan dapat dialokasikan untuk komputer serta perangkat lain yang terhubung ke internet. Keuntungan digunakannya IPv6 karena menggunakan 128 bit, Jadi IPv6 dapat menampung triliun alamat.
Berikut ini Perbedaan antara IPv4 dengan IPv6 :

                              IPv4                              IPv6
Panjang alamat 32 bit.Panjang alamat 128 bit.
Konfigurasi secara manual atau DHCPBisa menggunakan address autoconfiguration
Dukungan terhadap IPsec OpsionalDukungan terhadap IPsec Dibutuhkan
Checksum termasuk pada HeaderChecksum tidak masuk dalam Header
Menggunakan ARP Request secara broadcast untuk  menterjemahkan alamat IPv4 ke alamat link-layerARP Request diganti oleh Neighbor Solitcitation secara multicast
Untuk Mengelola grup pada subnet lokal digunakan Internet Group Management protocol (IGMP)IGMP telah digantikan fungsinya oleh Multicast Listener Discovery (MLD)
Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan ada router, menurunkan kinerja routerFragmentasi dilakukan hanya oleh pengirim
Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.Paket Link Layer harus mendukung ukuran paket 1280 byte dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 1500 byte


Source :
- http://tipnya.blogspot.com/2013/01/perbedaan-ipv4-dengan-ipv6-kelebihan.html

UltraBook

ULTRABOOK

Ultrabook adalah sebuah komputer dalam kategori tipis dan ringan ultraportable laptop , didefinisikan oleh spesifikasi dari Intel. Ultrabook merupakan rancangan notebook masa depan dari Intel yang menyatukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet serta menjadi generasi baru dari perangkat yang menggabungkan respon kinerja, keamanan, ringan, dan faktor bentuk yang elegan dikelasnya.
Ultrabook telah dilengkapi dengan "Instant ON" yang berarti dalam menyalakan ultrabook tidak perlu menekan tombol power, cukup dengan membuka dan untuk mematikannya tidak perlu dengan shutdown cukup dengan menutup ultrabook saja.
Ultrabook merupakan notebook dengan desain yang tipis, ketebalan ultrabook antara 3 mm diukur dari sisi tertipis dan memiliki berat antara 1,12 kg sampai 1.36 kg. Ultrabook telah menggunakan processor core i5 dan core i7. Selain itu baterai ultrabook tidak dapat dilepas dan sudah menyatu dengan casing atau unibody. Meskipun tipis dan ringan ultrabook memiliki durabilitas yang kokoh dan terasa sangat solid ketika digenggam.

Beberapa fitur pada ultrabook :
  • Ringan dan tipis – Ringan, umumnya ketebalannya tidak lebih dari 21 mm dengan berat kurang dari 3 pounds. Untuk ukuran layar hadir di antara range 11 inci sampai dengan 15 inci
  • Portable good looks – Memiliki desain yang berkarakteristik portable, sederhana namun premium. Yang merupakan ciri utama dari ultrabook.
  • Powerful and reliable – Memiliki intel core yang berkemampuan tinggi untuk memaksimalkan performanya. Hadir dengan solid state drive (SSD) yang akan membuat aktivitas komputasi menjadi super cepat. Juga memiliki grafis yang terintegrasi dengan istimewa, terkadang diketemukan ultrabook yang memiliki fitur layar sentuh
  • Lasting endurance – Memiliki non removable battery ( baterai tidak dapat dilepaskan) yang menunjang ketahanan dari ultrabook itu sendiri.
  • Lightning-fast response – Memiliki respon yang super cepat, proses resume yang lembut namun memiliki kecepatan yang luar biasa saat anda menyalakan laptop bertipe ultrabook.
  • Always updated – Dengan hadirnya Intel Smart Connect Technology akan membuat ultrabook selalu terupdate bahkan saat dalam kondisi sleep.

Source :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Ultrabook
- http://forum.kompas.com/threads/350313-Pengertian-Ultrabook

Kamis, 23 Juli 2015

Layer OSI

Layer OSI (Open System Interconnection)


Model Referensi OSI  (Struktur Open System Interconnection)
Kata “open“ dalam singkatan OSI diatas dipilih untuk menegaskan kenyataan bahwa yang mengkonfirmasikan standart-standart internasional dimana sebuah system yang akan terbuka pada semua system yang mematuhi standart-standart yang sama diseluruh dunia.

Arsitektur Lapisan OSI

Ada 7 lapisan dalam OSI yaitu :

  1. Physical Layer (Lapisan Fisik)
Lapisan ini menyediakan fungsi-fungsi elektrik dan procedure karakteristik dan sinyal yang diperlukan untuk mengaktifkan , mempertahankan dan mendeaktifkan  sambungan phisik secara transparan melalui arus bit untuk komunikasi.
Contoh lapisan phisik adalah : Interface V.24 ( untuk pelayanan Umum), X.21  ( untuk jaringan data), dsb.

  1. Tingkatan sambungan data ( Data Link Layer )
Tingkatan ini bertugas mempertahankan dan menghapus sambungan-sambungan data yaitu sambungan-sambungan phisik antara dua buah stasiun dengan tujuan untuk mempertukarkan data.
Tugas utama tingkatan ini adalah  :
-          Mendeteksi awal dan akhir setiap blok data.
-          Membubuhkan alamat pada blok data
-          Mendeteksi dan memperbaiki  kesalahan pengiriman
-          Pengelompokan bit-bit kedalam karakter-karakter, frame-frame pesan.

  1. Tingkatan Jaringan ( Network Layer)
Tingkatan ini meyakinkan bahwa data yang datang dari lapisan atasnya ( Transport) dikirim melalui  sambungan jaringan yang tepat. Fungsi utamanya  adalah :
-          Routing dan relaying jaringan yang ada.
-          Menyediakan fungsi-fungsi switching dan routing
-          Membangun, mempertahankandan mengakhiri sambungan layer jaringan.

4. Transport Layer ( Tingkatan transport )
Tingkatan ini memberi layanan transport pada lapisan diatasnya. Tugas-tugas utamanya adalah :
-      Menyediakan control end to end dalam information interchange dengan kwalitas service yang diperlukan oleh aplikasi program.
-       Mengirim data yang sedang dipertukarkan

      5. Session Layer (Tingkatan session)
Pada lapisan ini menyediakan mekanisme untuk mengorganisasi dan membuat struktur dialog antara proses aplikasi, menyediakan sinkronisasi dan teknik untuk struktur untuk pertukaran data.
Tugas terpenting tingkatan session  adalah menciptakan , mempertahankan dan memutuskan (Clearing) sambungan logic /jalur komunikasi untuk mengirim data antar proses-proses aplikasi  ( pemakai akhir ).
      
       6.  Presentation layer ( Tingkatan presentasi )
Tingkatan ini dipakai untuk mengkonversi data yang ditawarkan oleh aplikasi kedalam bentuk format yang secara umum dapat diterapkan untuk mengirim data , sebaliknya jika data diterima di tingkat presentasi untuk sebuah aplikasi  dikonversi ke format yang digunakan aplikasi yang bersangkutan .

       7. Aplication Layer ( Tingkatan aplikasi )
Merupakan representasi dari program aplikasi , operator terminal, peralatan peripheral merupakan pemakai akhir. Tingkatan lain dari model OSI mendukung tingkatan aplikasi.
Dapat disimpulkan bahwa tingkatan yang berorientasi pada aplikasi adalah aplikasi, presentasi dan session..
Tingkatan yang berorientasi pada komunikasi adalah tingkatan physical, sambungan data dan jaringan.


Source :
- http://onyaedward.blogspot.com/2013/06/layer-osi-open-system-interconnection_517.html